Tadi malam, Minggu, 31 Agustus 2008 diadakan acara pembukaan safari Ramadan yang diadakan oleh ImsQa – PermiQa - KBRI di KBRI Doha. Hadir dalam kesempatan itu Bpk. Duta Besar RI untuk Qatar, Bpk. Rozy Munir beserta istri, ustad tamu Prof. DR. KH Didin Hafidudin, ketua PermiQa bpk. Ali Mustofa, staff KBRI, serta para undangan laki-laki dan perempuan sejumlah 100 orang. Acara dimulai dengan Shalat Isya' berjamaah dilanjutkan dengan sambutan dari panitia KBRI yang diwakili oleh bpk. Andang, ketua panitia ImsQa – PermiQa bpk. Faried dan tak lupa sambutan dari bpk. Rozy Munir. Acara inti berupa ceramah dengan tema hikmah puasa disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Didin Hafidudin dan dilanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir berjamaah. Bpk. Rozy Munir dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan puasa diharapkan membawa kita sebagai warga Indonesia di Qatar semakin memupuk tali persaudaraan dan kerukunan. Kebersamaan dan kerukunan warga Indonesia di Qatar selama ini telah terbukti dengan suasana "guyub' dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI. Seperti berbagai peringatan hari besar yang diselenggarakan di KBRI dan yang masih hangat adalah peringatan HUT RI kemarin. Oleh karena itu dengan momentum puasa kali ini suasana "guyub' itu diharapkan lebih terpelihara dan meningkat kualitasnya. Acara inti dalam pembukaan safari Ramadan kali ini adalah ceramah agama yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Didin Hafidudin. Beliau menyampaikan beberapa hikmah puasa yang harus kita ambil dan amalkan. Disela-sela ceramah diselingi dengan joke-joke segar yang membuat para hadirin tertawa dan hilang kantuknya. Beliau menyampaikan ceramah sekitar empat puluh lima menit. Hikmah puasa yang pertama adalah pengendalian diri atau imsak. Harta yang dalam bahasa arabnya "mal" asal katanya kecenderungan. Segala sesuatu perlu pengendalian diri, diperlukan keseimbangan dan kesederhanaan dalam mencintai dan membenci. Dikisahkan dulu di kampung narasumber ada seorang pemuda yang sangat membenci seseorang yang sudah tua. Tapi setelah waktu berlalu orang yang dibencinya ini menjadi mertuanya. Para hadirin tertawa mendengar cerita ini. Orang berpuasa dituntut untuk mengendalikan hawa nafsu, apabila ada yang mencela maka berkata maaf saya sedang berpuasa. Hikmah puasa yang kedua melekatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, memperbanyak membaca Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai kurikulum kehidupan kita. Hikmah yang ketiga puasa sebagai bulan kasih saying, bulan untuk berinfaq dan menyayangi orang miskin papa. Dikatakan tanda-tanda shalat yang khusuk adalah sejauh mana seseorang menyayangi kaum lemah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan Shalat Tarawih berjama'ah yang dipimpin oleh Ust. Sudrajat dibantu bilal Ust. Imam Byhaqy. Setelah Shalat Witir Ust. Agus memberitahukan bahwa Shalat Tarawih berjamaah akan dilangsungkan setiap hari di KBRI. Acara pembukaan Safari Ramadan kali ini berjalan dengan penuh hikmah dan kebersamaan. (Kangmas) Web posted at: 6/7/2008 5:3:5 Source ::: The Peninsula / by Raynald Rivera & Huda NV  | | Children display their skills in martial arts during the opening of a sports competition at the Indonesian Embassy yesterday. The event marked the launch of celebrations for Indonesia’s Independence Day, which falls on August 17. (ABDUL BASIT) | Doha • The Indonesian Embassy yesterday launched a sports tournament marking the start of events leading up to the 63rd anniversary of the Declaration of Independence of the Republic of Indonesia. "The Independence Day of Indonesia will be celebrated on August 17. Today, we are having the opening ceremony of the sports competitions because it is common in Indonesia that people celebrate, conduct fiestas, sports competitions, cultural activities, and other events," Indonesian Ambassador Rozy Munir told The Peninsula. "We are conducting sports competitions as one of the highlights of our Independence Day celebrations because sports promote camaraderie and Indonesians are good in sports," Arifina Eka Sari, Third Secretary at the Indonesian Embassy, said. "This kind of celebration has been going on since the Indonesian Embassy was established in Qatar in 1999," she added. The activity started with the opening of a food bazaar that showcases Indonesia's culinary diversity. A gong was struck and balloons and doves were released to signal the kick-off of the sports tourney. Children displayed their martial arts skills in a performance that amused the audience. The event culminated with the first volleyball match of the tourney. Eighteen Indonesian teams representing various companies in Qatar are participating in the sports competitions in varied disciplines, including volleyball, badminton, tennis, dominoes, bowling and table tennis. "Aside from sports competitions we are also conducting blood donation, visits to labour camps and other community programmes," Sari, the Third Secretary, explained. A local Indonesian band entertained visitors throughout yesterday's ceremony. Ambassador Munir said the National Day celebrations will climax on August 17 with a flag raising ceremony and reading of the text of the Declaration of Independence. "Because of the high temperature in Qatar in August, I'm moving the diplomatic celebration for the Indonesian National Day to October 9. In addition, we will also show some Indonesian films," he added. In a message to the Indonesian community in Qatar, Ambassador Munir said: "Let us respect our beloved country Indonesia and maintain Indonesia's motto, 'Unity in diversity'. Whatever our language, culture, religion or ethnicity is we are one Indonesian Republic. We should also respect Qatar because Indonesia and Qatar now are coming closer due to a good political, economic and cultural relationship. We will work hand in hand towards better cooperation." The events are being organized with the support of the Association of Indonesian Community in Qatar. Team Publikasi Permiqa Oleh: Deddy Mulyadi. Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:190-191) Setelah slide yang menampilkan ayat ini, hati kecil saya berkata: "orang-orang yang berakal adalah orang yang bisa mengingat ALLAH di setiap keadaan, mengambil pelajaran di setiap kejadian, mengagumi kebesaran ALLAH kapanpun, di manapun".
Slide ini ditampilkan di acara ESQ seminar yang diadakan oleh Kedubes RI-PERMIQA, Sabtu kemarin, di Al GhazaL Club, Ras Abu Aboud, Doha.
Rangkaian dari inspirasi, penyadar diri, penyejuk jiwa, penggugah hati, pembangkit semangat dari Ary Ginanjar Agustian dan tim ESQ 165 yang datang ke Doha.
SEMINAR ESQ
Mengutip istilah bapak Duta Besar, Not Play ! Ya, bukan main! Seminar kemarin benar-benar bukan main.
Seminar yang berlangsung selama tiga jam kemarin, membuka hal-hal baru, hal-hal yang mungkin tidak kita pikirkan atau apalagi kita coba cari oleh kita.
Dari mana kita dapatkan keyakinan kita, sekarang? Kita yang mencari sendiri, atau kita hanya menjalani keyakinan kita hanya karena kita adalah keturunan dari orang yang beriman Islam?
Ary Ginanjar membimbing kita untuk mulai mencari keimanan kita, layaknya Ibrahim alaihissalaam, dan Muhammad Rasul tercinta Shollu alaihi wasalaam. Mereka tidak mendapatkan iman mereka dari orang tua mereka.
Mereka mencari!
Siapa kita? Apa tujuan hidup kita? Siapa teladan kita? Akan pergi dan "pergi" ke mana kita? Pertanyaan yang mungkin belum pernah kita tanyakan pada diri kita sebelumnya. Kita hanya mengalir seperti air.
Kita, dan orang-orang yang belum beriman, cepat atau lambat, suka atau tidak, sengaja atau tidak, akan menyadari kebenaran yang hakiki dari ALLAH.
Ary Ginanjar dalam bagian kedua seminarnya, menjelaskan tentang teori Ledakan Besar (Big Bang Theory), tentang alam semesta yang dulunya adalah satu yang padu, tentang alam semesta yang ternyata berkembang. Tentang langit merekah seperti bunga mawar yang berwarna merah, galaksi nebula, disebutkan dalam Al Qur'an.
Ternyata, fakta yang kita yakini adalah fakta mutakhir, fakta terbaru di dalam pengetahuan, bukanlah hal yang benar-benar baru!
Muhammad Rasul tercinta Shollu 'alaihi wassalam menyampaikan kalimat ALLAH tentang fakta melalui Al Qur'an, 1400 tahun yang lalu (!). Bukan Stephen Hawking, bukan para peraih Nobel, dan bukan pula para ilmuwan barat.
Dan yakinlah, itu hanya sebagian kecil yang belum kita ketahui. Masih banyak fakta dan data yang belum terungkap. Dan lagi, data yang mereka ungkap, akan menjadi berita kemarin sore ketika ternyata (lagi), hal tersebut sudah disebutkan dalam Al Qur'an.
Lalu apa lagi yang harus kita ragukan? Di bagian selanjutnya, Ary Ginanjar membahas tentang EQ, IQ, dan SQ. Untuk hidup secara "utuh" kita harus memiliki ketiga unsur kecerdasan ini. Tidak bisa hanya parsial.
Kita harus mengintegrasikan Intellegence Quotience (Kecerdasan Pikiran), Emotional Quotience (Kecerdasan Emosi), dan Spiritual Quotience (Kecerdasan Spiritual).
Dan yang menjadi pusat dari integrasi ini adalah Spiritual Quotience.
Untuk SQ ini, mulai proses "mencari", layaknya Ibrahim alaihissalaam dan Muhammad Rasul tercinta shollu 'alaihi wassalaam. Pencarian untuk memulai proses menjadikan Islam sebagai Way of Life, Jalan Hidup Kita.
Dan seminar pun berakhir.
Salah satu proses pencarian ini, adalah dengan mengikuti pelatihan ESQ selanjutnya. Karena Ary Ginanjar menyebutkan, materi di seminar ini hanya 5 persen dari keseluruhan materi ESQ.
Not play ! Bukan main !
ANGKA 165
Pembawa acara banyak membahas fakta unik tentang angka 1, 6, dan 5 di acara seminar kemarin. Yang pertama, jelas, 165 adalah ruhnya ESQ, main principle, main guidance-nya ESQ. Lalu harga tiket, 165 QAR. Dan masih ada lagi, bapak Duta Besar ternyata baru berulang tahun yang ke-65! Di dunia marketing, kalau tidak salah ada yang namanya "gimmick". Hal-hal yang kita atur sedemikian rupa agar "konsumen" lebih mudah mengingat produk yang kita hasilkan.
Ini akan mempermudah orang untuk mengingat ESQ di masa depan. Dan tentunya memulai langkah proses "pencarian" dengan bantuan ESQ team di pelatihan ESQ.
Yes ! Yes ! Yes! Go ! Go ! Go ! Win ! Win ! Win !
Pelantikan Pengurus PERMIQA-4
Alhamdulillah, kemarin juga telah dilantik pengurus PERMIQA-4 oleh Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Bapak H.M Rozy Munir. Semoga dalam kepemimpinan bapak Ali mustofa selama dua tahun ke depan, PERMIQA bisa lebih banyak memberi, lebih banyak melakukan kebaikan, lebih banyak kegiaatan yang positif,untuk warga Indonesia di Qatar dan di ruang lingkup yang lebih luas.
Selamat dan sukses ! Oleh: Masjidan (Qafco). Seminar Peradaban Islam. Kemarin tanggal 14 April 2008, saya dan kang Edi menghadiri seminar di Ritz Carlton Doha. Hotelnya sangat mewah tak terasa di padang pasir. Seminar itu diadakan oleh Doha Academy dan pembicaranya Syeikh Zaid dan dan Syeikh Hamza Yusuf dari USA. Para peserta sekitar 200 orang dari berbagai warga negara, orang Indonesia yang saya tahu ada enam orang termasuk saya. Biasalah kita duduk di kursi yang paling belakang. Sekedar sharing saya mencoba menuangkan dalam tulisan ini apa yang disampaikan dalam seminar itu saya tambah dengan beberapa penekanan disana sini. Uraiannya mungkin agak panjang, jadi saya posting bagian demi bagian. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.
Profile speakers
Syeikh Hamza Yusuf adalah pendiri The Zaytuna Institute in Hayward California, masuk Islam pada tahun 1977 ketika berumur 17 tahun. Beliau memulai mengajar di kelas di san fransisco Bay awal tahun 1990 dan mendirikan Zaituna Institute tahun 1996. Kali ini beliau menyampaikan topik The Forgotten Debt : Contribution to Western Civilization.
Zaid Shakir juga masuk Islam pada tahun 1977 ketika bertugas sebagai militer di US Air Force, meraih gelar sarjana di Ameerican University Washington DC jurusan hubungan internasional, juga mendapat gelar master dari Rutgers University dalam ilmu politik. Sejak tahun 2003 mengajar di Zaituna Institute dalam berbagai mata kuliah. Menyampakan materi The Ethical Foundations of the Islamic Civilization Abstrak
Sudah menjadi maklum bahwa kemajuan dunia modern sekarang ini dipegang oleh negara barat dalam segala bidang kehidupan. Dalam kehidupan bernegara siapakah negara adi kuasa, ekonomi siapa yang mengendalikan, sosial budaya dan lain sebagainya.
Adapun negara atau bangsa-bangsa lain saat ini berusaha mengejar ketinggalannya dengan memanfaatkan segala potensi yang ada. Ada yang mengembangkan sumber daya manusianya melalui pendidikan dan mengirim anak bangsa ke negara maju, mengembangkan industri, eksplorasi sumberdaya alamnya, mengembangkan sosial budaya, politik dan lain sebagainya.
Kebanyakan negara-negara muslim adalah negara berkembang dan mereka berusaha mengejar ketinggalannya dengan bangsa barat dengan mengadopsi sistem yang mereka punya. Sebagai contoh yang nyata adalah standard-standard yang kita pakai dalam pekerjaan kita, misalnya BS, AWS, ANSI, API, ISO, EIC, AISC, ACI dan lain sebagainya adalah produk-produk kemajuan bangsa barat. Teknologi informasi dan kemampuan menguasai luar angkasa sampai keberhasilan manusia mendarat di Bulan semuanya dipegang oleh barat dan bukti kemajuan mereka.
Seminar ini bermaksud menggali konsep Islam tentang peradaban dan ingin membuktikan bahwa Islam-lah konsep yang paling ideal untuk mengembangkan peradaban atau kemajuan di masa mendatang. Islam telah terbukti mencapai puncak kemajuannya dimasa lalu dan bahkan kemajuan dunia modern saat ini tidak lepas dari kontribusi peradaban Islam. Pengertian Peradaban
Peradaban berasal dari kata beradab atau dalam bahasa inggrisnya civilization mempunyai lawan kata tidak beradab atau barbarian. Atau berasal dari kata kota, dimana masyarakat kota mempunyai keterikatan terhadap aturan-aturan tertentu. Berikut saya coba copy paste tentang definisi peradaban.
Istilah peradaban, yang dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari civilization (bahasa Inggris), dan dari al hadharah atau al madaniyah (bahasa Arab), muncul pertama kali di Barat untuk mengungkapkan perkembangan materi/fisik, industri, dan bangunan yang berkembang secara cepat pada masa-masa moderen yang dimulai dari abad XV M. Hanya saja, seiring dengan perjalanan waktu, istilah peradaban itu kemudian mempunyai pengertian baru. Peradaban kemudian diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki oleh suatu bangsa, masyarakat, atau umat, berupa warisan-warisan pengetahuan/nilai, karakter-karakter khas, dan inovasi-inovasi yang membedakannya dengan komunitas-komunitas lain. Dengan demikian, ketika membicarakan peradaban, para sejarawan dan pemikir akan membicarakan berbagai macam peradaban, baik peradaban masa lalu maupun masa sekarang, misalnya peradaban Mesir kuno, Yunani, Sumeria, Romawi, Persia, Cina, India, Eropa Abad Pertengahan, Islam, Barat kontemporer, Komunisme, dan sebagainya.
Namun demikian, penggunaan istilah peradaban secara demikian ini bukannya tidak menimbulkan kerancuan. Sebab mereka yang menggunakan istilah peradaban, telah memasukkan ke dalamnya apa saja yang dimiliki, diwarisi, atau ditemukan oleh sebuah masyarakat, baik itu berupa pemikiran, hukum, seni, penemuan ilmiah, dan sebagainya. Dengan demikian, tidak dibedakan hal-hal yang memang menjadi karakter-karakter khusus suatu masyarakat, dan hal-hal yang tidak menjadi karakter-karakter khusus suatu masyarakat. Padahal, tatkala kita berbicara tentang peradaban suatu masyarakat, sebenarnya kita hendak berbicara mengenai cara hidup suatu masyarakat yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Sudah jelas bahwa setiap masyarakat hakikatnya mempunyai suatu cara hidup tertentu yang membedakannya dengan masyarakat yang lain, yang menjadikannya sebagai komunitas manusia dengan kepribadian, warna, dan identitas tertentu. Cara hidup inilah sebenarnya yang hendak diungkapkan dengan istilah peradaban.
Dalam menjelaskan arti peradaban ini sebagai contoh adalah kisah Nabi Yusuf a.s. dan Zulaikha. Ini adalah kisah ketika Zulaikha sebelum mendapatkan hidayah.
Perempuan itu menutup pintu-pintu di rumah mereka seraya berkata, "Marilah engkau kesini!" Yusuf menjawab, "Aku berlindung pada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukan aku dengan baik"
Kalau tidak karena pertolongan Allah, Nabi Yusuf akan tergoda pada perempuan itu. Dan keduanya lari ke pintu, lalu perempuan tersebut mengkayakkan baju Yusuf dari belakang.
Mereka mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Perempuan itu berkata, "Apakah balasan bagi orang yang menghendaki berbuat serong dengan istrimu selain dipejarakan atau dihukum dengan sisaan yang pedih?"
Yusuf berkata, "Dia yang menggoda saya". Lalu seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberi suatu kesaksian, "Jika bajunya koyak di bagian depan, maka perempuan itu telah berkata benar, dan Yusuf berdusta termasuk orang yang berdusta. Tetapi jika bajunya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang berdusta, dan Yusuf orang yang benar."
Maka tatkala suaminya melihat baju Yusuf koyak di belakang, dia berkata, "Sesungguhnya perbuatan ini adalah sebagian dari tipu daya kamu. Yusuf, berpalinglah dari hal ini, dan engkau hai istriku, mohon ampunlah atas dosamu itu karena sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang bersalah."
Kejadian itu sampai ke telinga wanita-wanita lain di kota itu. Mereka berkata, "Istri pembesar itu menggoda hambanya yang menundukkan hatinya dengan cinta!"
Maka tatkala perempuan itu mendengar ejekan mereka dan diundanglah perempuan-perempuan itu untuk datang ke rumahnya. Ia memberikan tiap-tiap orang yang datang sebilah pisau. Kemudian, dia menyuruh Yusuf datang ke ruangan tempat mereka berkumpul. Ketika mereka melihatnya, mereka sangat kagum kepadanya, hingga pisau yang mereka genggam melukai jari-jari mereka. "Maha Sempurna Allah, ini bukan manusia, ini tidak lain hanya malaikat yang mulia."
Lalu isteri pembesar itu berkata, "Inilah dia orang yang kamu cela aku karenanya. Benar, aku telah menggoda dia, tetapi dia menolak. Dan, jika dia tidak mematuhi apa yang aku perintahkan, niscaya dia akan dipenjarakan."
Ketika Nabi Yusuf a.s. di dalam penjara maka Zulaikha berusaha memperbaiki dirinya dari tidak beradab menjadi beradab, bisa dilihat dari cerita selanjutnya.
Raja mengabulkan permintaan Yusuf, serta memanggil perempuan-perempuan itu dan bertanya, "Apakah urusan kamu, perempuan-perempuan, sehingga kamu menggoda Yusuf?" Mereka menjawab, "Maha Sempurna Allah! Kami tidak mengetahui keburukan padanya." Isteri pembesar itu berkata, "Sekarang sudah nyatalah kebenaran. Sayalah yang menggodanya."
Jadi itu adalah salah satu contoh perkembangan peradaban dalam diri Zulaikha, berkembang dari yang tidak beradab menuju peradaban. Melakukan sebuah proses perubahan untuk memperbaiki dirinya menuju yang lebih baik. American Heritage dictionary mendefinisikan Civilization sebagai berikut, "An advanced state of cultural and material development in human society, marked by political and social complexity and progress in the arts and sciences", sebuah kemajuan dalam bidang budaya dan pembangunan fisik dalam masyarakat manusia, ditandai dengan bangunan politik dan sosial yang komplek dan kemajuan dalam seni dan ilmu pengetahuan. Juga "The Culture developed by a particular society or epoch", sebuah kebudayaan yang dikembangkan oleh masyarakat tertentu atau masa tertentu.
Wikipedia mendefinisikan peradaban sebagai berikut, Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat "kompleks": masyarakat yang mempraktikkan pertanian intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. "Peradaban" dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya lebih digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.
The Ethical Foundation of Islamic Civilization
Syeikh Zaid menyebut the magnificent fives dalam Islam sebagai landasan peradaban, yaitu Five Pillar, Five Values, Five Universals, Five Greats Legal Maxim. Five Pillar yang dimaksud adalah Rukun Islam dimana ada lima yaitu Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa serta Haji. Five Values adalah status hukum dalam syari'at yaitu Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram. Five Universals adalah pemeliharaan Agama, Kehidupan, Intelektual, Keturunan dan Harta. Sedangkan Five Greats Legal Maxim antara lain motto keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan dan suatu perkara tergantung dengan maksudnya (Al umuuru bimaqaasidiha).
Five Pillars dan Five Values dianggap semua sudah mengetahuinya dan tidak perlu dijelaskan dengan terperinci. Semua sudah mengerti apa itu rukun Islam dan juga sudah paham betul hukum wajib, sunnah, haram dan lainnya.
Kemudian pembahasan selanjutnya lebih ditekankan kepada Five Universals. Beberapa tokoh ushul fiqh telah memformulasikan konsep ini, dan yang paling terkenal adalah Imam Asy- Syatibi. Untuk lebih mengenal siapa beliau ada baiknya kita mengulas dengan singkat siapa sebenarnya Imam Asy-Syatibi.
Usul Fiqh dan Imam Asy-Syatibi
Menurut Syeikh Hamza Yusuf ada dua hal yang digandrungi oleh bangsa dengan peradaban tinggi yaitu Law (hukum/syari'at) dan Astronomi. Hukum atau syari'at menggambarkan bumi dan ilmu astronomi menggambarkan langit (kesimpulan penulis : jadi kalau menguasai keduanya maka bagaikan menguasai bumi dan langit). Coba kita lihat standard-standard dalam pekerjaan kita yang dihasilkan oleh bangsa barat yang begitu terperinci dan mendetail, juga bagaimana mereka berlomba-lomba dalam penguasaan luar angkasa, itulah kebanggaan negara-negara maju saat ini.
Ketertarikan akan hukum ini telah dirintis oleh para Ulama Islam. Pada pengujung abad ke-2 dan awal abad ke-3, Imam Syafi'i tampil meramu, membuat sistematik dan membukukan usul fiqh. Kitab beliau tentang ushul fiqh itu diberi nama Ar-Risalah. Tentang kitab Ar risalah karangan Imam Syafi'ie ini,Imam Fakhrurrozy dalam kitab "Manaqib asy-Syafi'ie" mengatakan, "Adalah umat Islam sebelum imam Syafi'ie r.a.,membicarakan masalah-masalah fiqh,mereka mengambil dan membantah dalil-dalil, tapi tidak ada suatu peraturan umum yang dapat dipedomani dalam menerima dan menolak dalil-dalil itu. Imam Syafi'ie r.a. menciptakan ilmu baru yang dinamai Ushul al Fiqh,dimana beliau meletakkan dasar-dasar dan peraturan-peraturan umum yang dapat dipakai dalam menyelidiki derajat dalil-dalil syari'at islam". Imam Muzani berkata:"Saya membaca kitab Ar risalah 500 kali, maka setiap kali membaca,saya dapati didalamnya satu ilmu baru yang saya belum mengetahui sebelumnya".
Sejak saat itu muncullah kitab-kitab ushul fiqh dari para ulama berbagai mazhab. Sampai abad ke-8 H, Imam Asy-syatibi, seorang ahli ushul fiqh dari kalangan Malikiyah mengarang kitab al-Muwafaqat Fi Usul asy-Syari'ah. Dibandingkan dengan kitab usul sebelumnya kitab ini lebih banyak berbicara tentang Maqasid asy-Syari'ah (tujuan hukum) sebagai landasan hukum. Kitab ini dianggap sebagai perkembangan paling akhir usul fikih. Kitab usul fikih yang datang kemudian pada umumnya merupakan nukilan dan ulasan prinsip yang terdapat di dalam kitab tersebut.
Menurut Imam asy-Syatibi hukum disyari'atkan Allah SWT untuk mewujudkan kemaslahatan umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Kemaslahatan yang akan diwujudkan itu terbagi atas tiga tingkatan kebutuhan, yaitu daruriyyat, hajjiyat dan tahsiniyyat. Daruriyyat ialah tingkat kebutuhan yang harus ada atau disebut juga kebutuhan primer, apabila tidak terpenuhi maka keselamatan umat manusia akan terancam. Hajjiyyat adalah kebutuhan sekunder, jika tidak terpenuhi keselamatan manusia tidak sampai terancam, namun akan mengalami kesulitan. Sedangkan tahsiniyyah ialah tingkat kebutuhan yang tidak mengancam eksistensi salah satu dari lima pokok dan tidak menimbulkan kesulitan. Five universals yang diterangkan dalam seminar ini ternyata diambil dari daruriyyat-nya imam asy-Syatibi ini, yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Pemeliharaan terhadap agama (Preserving Religion)
Beragama adalah fitrah manusia, sebuah naluri yang menuntut untuk dipenuhi yang apabila tidak dipenuhi maka akan timbul keganjilan atau kegelisahan. Oleh karena itu tidak ada peradaban manusia yang nyata tanpa adanya agama. Kita bisa ambil contoh peradaban India dengan Hindu dan Buddhanya, Persia dengan majusinya, Roma dan lain sebagainya.
Imam asy-Syatibi memasukkan pemeliharaan terhadap agama ini masuk dalam katagori Daruriyyat, artinya sebuah kebutuhan yang harus ada yang apabila tidak terpenuhi bisa mengakibatkan terancamnya umat manusia. Menurut saya cukuplah bukti keruntuhan Uni Soviet sebagai bukti lemahnya peradaban yang tidak mengakui adanya agama.
Oleh karena itu apabila kita membicarakan peradaban Islam sebagai sebuah idealisme tidak berarti mengancam eksistensi agama selain Islam. Tidak ada paksaan dalam beragama, ini bukanlah sekedar retorika karena kita mengenal kaedah preserving religion ini, yang telah didefinisikan oleh para ulama Islam.
Sebagai salah bukti nyata bahwa umat Islam menjunjung toleransi beragama adalah pernyataan Bpk. Rozy Munir, Duta Besar Indonesia di Qatar yang juga salah seorang Ketua PBNU Pusat, sebuah organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, mengutip Dr. Yusuf Qaradhawi sebagai mana dimuat di The Jakarta Post sebagai berikut.
Rozy Munir, the Indonesian Ambassador for Qatar, expressed his delight at the recognition of religious tolerance.
"I met Yusuf Qaradawi during a dialogue at Aljazeera, and he said something spectacular: 'No one religion has the right to judge another, as god created different religions'. This was very amazing coming from his mouth, as he is a well-respectful scholar who has gained many followers from all over the world," Rozy said.  | Methane. | Apr 17, '08 12:52 AM for everyone |
Oleh: Syahrian Tampo (Qatargas). Ketika membaca iklan “Kecap No.1”, terbayang didepan mata merek kecap terkenal yang ada didapur. Kecap, walaupun enak rasanya dia bukanlah sejenis minuman seperti sirup atau susu coklat. Di restoran manapun tidak ada yang mencantumkan kecap sebagai menu minuman. Kalau ada orang yang menyedot kecap seperti menyedot es alpokat apalagi sembari mata kelelap saking nikmatnya, orang ini perlu diwawancarai. Sebaliknya, rasanya belum pernah terdengar orang mengiklankan “Gas No.1” untuk produknya. Kalaupun ada, iklan ini cukup asing bagi publik awam. Dalam keluarga Hydrokarbon yang disebut “Gas No.1” adalah gas Methane dengan rumus kimianya CH4. Gas ini bukan seperti kecap yang fungsinya sebagai penyedap makanan, tapi dia adalah salah satu zat yang menggerakan kehidupan di bumi ini, yang makin hari makin diminati keberadaannya. Gas dengan nomor urut 1 ini memang pantas berada dikursi tsb dengan keunggulan sifat yang memang unggul dari saudara-saudaranya. Berat tubuhnya paling ringan, lebih ringan dari udara, tidak berbau, dalam keadaan cair dia tidak berwarna alias bening seperti Sprite dan hasil pembakarannya sangat bersih. Sifat yang terakhir inilah yang menjadi keungulan utamanya dan sangat diminati oleh pemakainya, dan disebutlah dia dengan gelar “Green Gold”. Revolusi industri abad ke 18 telah memacu penggunaan bahan bakar yang luar biasa besarnya terutama coal dan oil. Pada waktu itu Methane masih belum dapat tempat selayaknya. Effisiensi pembakaran, pencemaran udara, emision, atau combine cycle adalah suku kata yang masih asing kala itu, sehingga sang no.1 dibiarkan terbakar percuma di flare yang hitam. Dia hanya hasil ikutan atau anak bawang dari saudaranya condensate dan LPG. Kadangkala dia dipaksa masuk bumi lagi untuk mengangkat saudaranya yang masih tertinggal diperut bumi. Masuk akal juga kenapa dia diabaikan pada waktu itu, karena fisiknya yang berbentuk gas sehingga sulit ditangani dan sulit disimpan, kalaupun bisa jelas akan menuntut high cost. Ada presepsi kurang pas selama ini yang menganggap bahwa gas Methane adalah gas yang sangat berbahaya. Ini perlu diluruskan. Dibanding saudaranya Propane dan Butane atau yang lebih diakrabi oleh ibu-ibu di dapur dengan nama gas LPG, maka gas Methane masih lebih aman dari LPG. Karena berat tubuhnya ringan yaitu cuma 16 sedang udara punya berat molekul 28, maka jika gas ini berada di udara dia akan menguap lurus ke atmosfir, dan jika disambar api, apinya tidak melebar kemana-mana. Sebaliknya LPG atau Propane/Butane punya BM lebih berat dari udara yaitu 44 dan 58. Ketika gas ini berada diudara mereka akan cenderung mengambang horizontal dan ngeluyur kemana-mana dibawa angin dan ibarat siluman tak berbentuk dan ketika disambar api maka apinya juga akan melebar teler kemana-mana. Dan uniknya, gas Methane ini baru bisa terbakar pada konsentrasi campurannya dengan udara antara 5 sampai 15% dan gas ini bukanlah gas yang mudah meledak kecuali dia berada dalam bejana tertutup. Di Jepang sosialisasi pemakaian gas Methane dilakukan sejak dini di SD. Disetiap terminal penerima LNG selalu disediakan LNG Centre lengkap dengan museumnya yang dirancang sangat menarik. Disini dilakukan demo berbagai hal tentang Methane. Selain mendemokan efek pembakaran dan tingkat bahaya dari gas ini, juga didemonstrasikan bagaimana efek Methane cair terhadap suatu benda. Misalnya didemonstrasikan bagaimana reaksi sebuah pipa ledeng carbon steel dicelupkan kedalam Methane cair yang bertemperatur –160 deg C . Setelah beberapa menit tercelup, pipa ledeng yang tadinya kokoh dan hanya bisa dipotong dengang gergaji, dikeluarkan lalu di ketok dengan palu, pipa ledeng pecah, “krrogg” seperti pecahnya batok kelapa. Bola tenis dicelupkan, beberapa menit kemudian dijatuhkan kelantai, bola karet yang telah terkena ‘cold burnt’ ini, “prang” berderai seperti pecahnya gelas halus, tapi kemudian setelah beberapa menit setelah temperaturnya kembali normal, pecahan bola tennis ini kembali kebentuk asalnya, karet yang layu. Demo-demo ini dibuat semenarik mungkin seperti permainan sulap oleh gadis cantik berpakaian seperti pramugari, sehingga penonton apalagi anak-anak terkesima dan takjub dengan permainan sulap ajaib ini. Maka tak heran LNG sangat akrab dan disukai oleh penduduk Jepang dibanding LPG. Jadi, kalau ibu-ibu sangat akrab dengan gas LPG dirumah dan merasa aman dengannya, tentu tak perlu takut dengan gas Methane. Masalahnya tentu bukan takut atau tidak takut tapi memang ibu-ibu tidak tahu apa itu gas Methane karena “Gas No.1” ini memang tidak beredar di masyarakat dalam negeri, padahal Indonesia adalah produser LNG terbesar No.1 di dunia sejak tahun 80-an setidaknya sampai 2006 nanti. Ujung keberadaan Methane berada di ujung tip burner. Disitulah berakhirnya perjalanan gas ini yang selanjutnya mentrasfer dirinya menjadi energi panas. Tip burner ini bisa tip burner Gas Turbine Power Generator penghasil tenaga listrik yang selanjutnya menggerakan seluruh kehidupan manusia di bumi ini, ataupun tip burner kompor gas di dapur-dapurnya Jepang yang juga untuk memberi energi kepada manusia. Bagaimana caranya membawa gas ini sampai ke tip burner tsb. Yang sudah umum diketahui adalah mengalirkannya melalui pipa. Tapi berhubung sumber gas alam ini pada umumnya terletak jauh dari customernya maka tidak patutlah menarik pipa ribuan km seperti untaian mie melintang-lintang dibawa laut atau masuk keperbatasan negara orang. Cara ini selain mahal, kurang sopan, juga tidak aman apalagi pipa tsb melintasi negara yang suka nyuri, bisa saja bukan gas yang tidak sampai ke negara tujuan bisa-bisa pipanya lenyap jadi besi kiloan. Karena alasan ekonomis dan keamanan tsb maka pilihan paling tepat, si Methane perlu dicairkan. Kalau dicairkan volumnya bisa dikompres 600 kali lebih kecil dari volume gasnya. Dalam kondisi cair, volum gas yang akan diangkut dengan kapal juga akan lebih banyak dibanding melalui pipa. Selain itu fisiknya yang bertemperatur Cryogenik minus 160 deg C merupakan hasil sampingan yang diminati dan dinikmati oleh Jepang, karena energi dingin ini bisa digunakan untuk keperluan berbagai hal seperti media heat exchanger untuk pabrik-pabrik lainnya. Karena seronoknya penampilan gas Methane ini, membuat pemakainnya jadi kencang mesannya. Akibatnya, sejak 1964 sampai saat ini berjamuranlah berdiri kilang-kilang LNG diberbagai negara. Kilang LNG termasuk unik. Dibanding kilang-kilang saudaranya seperti kilang Refinery atau pabrik apa saja yang selalu menghasilkan panas, bising, kotor dan bau, maka kilang LNG adalah kilang bersih. Tentu saja bersih karena yang diproses adalah gas, kalaupun ada kebocoran tentu akan menguap keatas tidak mengotori lantai. Kilang LNG mirip untaian gerbong kereta api zaman kuda dulu, lengkap dengan cerobongnya, karenanya setiap unit disebut Train. Di gerbong paling akhir terdapat unit Liquefaction atau unit pencairan dimana Methane dicairkan ke temperature –160 deg C. Kalau kita berada di unit ini maka terasa dingin dan nyaman karena pipa-pipa di daerah ini dingin apalagi kalau ada insulasinya terkelupas maka secara otomatis sim-salabim bak main sulap, tiba-tiba es numpuk disitu. Kalaulah insulasinya dibuka semua, bisa jadi unit ini jadi pabrik batu es. Di Jepang, di pusat-pusat Power Generator Plant dimana isinya semua turbin penggerak tenaga listrik, kalau kita masuk kedalamnya terasa seperti di ruang galery. Lantainya bersih, gas turbinnya dicover dengan rapih, dicat dengan warna-warna menarik kemudian sebagai identifikasi yang biasanya ditulis unit-1,2 dst diganti dengan gambar-gambar binatang laut seperti lumba-lumba, ikan paus, hiu, sotong dlsb. Dibagian luar, tanki-tanki LNG dilukis dengan berbagai gambar burung seperti burung camar, bangau dlsb dan disekitarnya ada taman yang indah, terawat rapih dan bersih. Kesannya bukan lagi berada di pabrik yang bising dan menjenuhkan tapi seperti tempat rekreasi yang menyenangkan. Natural Gas dibumi mana saja biasanya mengandung 80-90% Methane. Qatar yang yang memiliki cadangan gas alam no.3 di dunia setelah Rusia dan Iran, menjadikan negeri yang tadinya tak dikenal, tiba-tiba mendadak menjadi the richest country in the world dan menggiurkan siapa saja sehingga berduyun-duyunlah manusia dari pelosok dunia datang ke negeri ini mencari kemakmuran hidup. Methane memberi energi manusia untuk bergerak di bumi ini. Methane mentriger berkembangnya pabrik-pabrik dan kilang lain. Methane membuat lancarnya perdagangan. Methane menerangi bumi dikala gelap datang. Methane memberi kesejukan manusia dikala musim panas, menghangatkan manusia dikala musim dingin. Methane memberi kesejahteraan dan kemakmuran bagi orang yang bekerja mencairkannya. Methane telah membawa manusia berimigrasi. Methane telah menyelamatkan bumi dari pencemaran yang mulai akut. Methane telah mampu merubah desa-desa jauh dipelosok menjadi kota-kota gemerlap karena berdirinya kilang LNG disitu. Methane telah mampu merubah negeri berbentuk jempol yang tadinya tandus, terus melaju dengan kecepatan tinggi untuk meraih negeri paling jempol. Methane, sang no.1. Hanya dengan satu zat ciptaanNya ini sudah tidak terkirakan amat sangat nikmat yang diterima umat manusia. “Nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan….” (stp)
| |